0 0 Read Time:2 Minute, 31 Second Wakil Presiden Gibran Rakabuming menekankan pentingnya menjadikan lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) mampu langsung bekerja di sektor kendaraan listrik. Menurutnya, upaya praktis seperti mengajak siswa mengunjungi fasilitas produksi dapat membantu menyiapkan mereka agar siap kerja EV. Pernyataan itu disampaikan Gibran saat melakukan peninjauan ke PT Tangkas Motor Listrik Assembly Factory di Kabupaten Tangerang. Ia menegaskan pemerintah mendorong penyelarasan antara dunia pendidikan vokasi dan kebutuhan industri agar lulusan memiliki keterampilan yang relevan dengan perkembangan teknologi kendaraan listrik. Penyiapan lulusan siap kerja EV melalui kurikulum Gibran menyoroti perlunya kurikulum SMK yang lebih sinkron dengan tuntutan industri EV. Penyesuaian materi pembelajaran, praktik kerja, dan pengalaman lapangan disebutnya krusial agar siswa mendapat bekal yang sesuai kebutuhan pabrikan motor listrik. Dengan menyelaraskan kurikulum, diharapkan sekolah vokasi dapat menghasilkan tenaga kerja terampil yang memahami teknologi kendaraan listrik, mulai dari komponen dasar hingga proses perakitan di pabrik. Langkah ini dianggap penting untuk mempercepat transisi tenaga kerja ke sektor yang tengah berkembang itu. Kunjungan ke pabrik motor listrik di Kabupaten Tangerang Pada kunjungannya ke PT Tangkas Motor Listrik Assembly Factory, Gibran meninjau fasilitas perakitan dan operasional pabrik. Kunjungan itu menjadi momen untuk melihat secara langsung kebutuhan keterampilan yang dibutuhkan di lantai produksi kendaraan listrik. Menurutnya, pengalaman melihat proses produksi secara langsung bisa membantu siswa memahami standar kerja dan kompetensi yang mesti dikuasai. Oleh sebab itu, mendorong kunjungan siswa SMK ke pabrik menjadi bagian dari upaya menutup kesenjangan antara teori di sekolah dan praktik industri. Baca juga: Transisi Lebih Cepat: Penjualan Kendaraan Elektrifikasi Capai 117 Ribu Unit pada Semester I 2026 Peran sekolah dan industri dalam penyelarasan Pemerintah dinilai perlu menjadi penghubung antara sekolah dan pelaku industri untuk memfasilitasi kerja sama teknis. Gibran menegaskan pentingnya kolaborasi agar pihak sekolah mengetahui keterampilan spesifik yang dibutuhkan pabrik motor listrik. Kolaborasi tersebut meliputi pemutakhiran materi ajar, program magang, serta kerja sama dalam penyediaan fasilitas praktik yang relevan. Tujuannya agar lulusan SMK tidak hanya memiliki ijazah, tetapi juga kompetensi praktis yang diakui oleh industri. Manfaat kunjungan siswa ke fasilitas produksi Mengajak siswa melihat langsung proses produksi dipandang dapat menumbuhkan pemahaman teknis dan motivasi berkarier di sektor EV. Gibran menilai pengalaman lapangan membantu siswa menyelaraskan minat dan keterampilan dengan peluang kerja yang tersedia. Selain itu, interaksi langsung antara pelajar dan lingkungan industri memberi kesempatan bagi pabrik untuk merekrut calon tenaga kerja yang telah memahami kultur kerja dan standar teknis yang diberlakukan. Dorongan kebijakan untuk dukung transformasi tenaga kerja Dalam kunjungan itu, Gibran menegaskan peran pemerintah dalam mendorong penyesuaian pendidikan vokasi agar selaras dengan perkembangan industri kendaraan listrik. Pemerintah diharapkan terus memfasilitasi dialog antara sekolah, industri, dan pemangku kepentingan lain untuk mempercepat kesiapan tenaga kerja. Pentingnya sinergi pendidikan dan industri disoroti sebagai langkah strategis untuk menjawab kebutuhan tenaga kerja di era elektrifikasi transportasi. Menurutnya, langkah-langkah praktis seperti kunjungan ke pabrik dan penyelarasan kurikulum adalah bagian dari upaya berkelanjutan untuk mencetak lulusan SMK yang kompeten dan siap memasuki pasar kerja EV. Baca juga berita lainnya: Menguatkan Pembelajaran Gen Alpha melalui AI terintegrasi di SMPN 35 Bekasi Smart Cleaning Kai: KAI Services Adopsi Smart Cleaning untuk Stasiun yang Lebih Ramah Lingkungan Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn About Post Author reynaldi.putra Editor Teknologi Reynaldi Putra meliput perkembangan teknologi digital, kecerdasan buatan (AI), keamanan siber, cloud computing, startup, gadget, hingga inovasi yang mendorong transformasi digital di berbagai sektor. Email [email protected] [email protected] https://www.energysolvers.net/ Happy 0 0 % Sad 0 0 % Excited 0 0 % Sleepy 0 0 % Angry 0 0 % Surprise 0 0 % Navigasi pos Transisi Lebih Cepat: Penjualan Kendaraan Elektrifikasi Capai 117 Ribu Unit pada Semester I 2026