kredit keanekaragaman hayati - ilustrasi berita Indonesia Perkuat Kerja Sama untuk Kembangkan Kredit Keanekaragaman…Pertemuan Menteri Lingkungan Hidup dengan Co-Chair IAPB mendorong pengembangan kredit keanekaragaman hayati; IAPB menjadi mitra pengetahuan KLH untuk…
0 0
Read Time:2 Minute, 45 Second

Menteri Lingkungan Hidup dan Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Moh Jumhur Hidayat bertemu Co-Chair International Advisory Panel on Biodiversity Credits (IAPB), Dame Amelia Fawcett, untuk membahas percepatan kebijakan terkait kredit keanekaragaman hayati. Pertemuan berlangsung di sela Agenda London Climate Week pada 24 Juni 2026 di London, Inggris.

kredit keanekaragaman hayati - ilustrasi berita Indonesia Perkuat Kerja Sama untuk Kembangkan Kredit Keanekaragaman…

Pada pertemuan itu, Menteri Moh Jumhur didampingi Deputi PPKL Rasio Ridho Sani serta Staf Ahli Menteri Kehati dan Sosial Budaya Noer Adi Wardojo. Pembicaraan menitikberatkan pada peluang, strategi, dan langkah awal yang diperlukan Indonesia untuk mengembangkan skema kredit tersebut.

Langkah kementerian: Taskforce Kredit Keanekaragaman Hayati

Kementerian Lingkungan Hidup telah mengambil langkah cepat dengan membentuk Taskforce Pengembangan Biodiversity Credits. Tim ini ditugaskan melakukan kajian komprehensif untuk menyiapkan kebijakan, skema, dan mengidentifikasi potensi pilot percontohan yang layak dilaksanakan di Indonesia.

Dame Amelia menyambut baik pembentukan taskforce tersebut sebagai langkah strategis. Menurutnya, tindakan awal seperti kajian mendalam dan persiapan pilot akan membantu negara-negara yang ingin menerapkan mekanisme ini secara efektif tanpa menimbulkan dampak negatif pada konservasi dan masyarakat lokal.

Dukungan internasional dan potensi pendanaan

Salah satu poin penting dalam dialog adalah potensi pembiayaan yang dapat diakses melalui mekanisme kredit keanekaragaman hayati. Dame Amelia menilai Indonesia memiliki keunggulan sebagai negara megabiodiversity yang berpeluang besar memanfaatkan skema pendanaan ini untuk memperkuat upaya konservasi.

Dalam pertemuan itu dibahas pula bagaimana kerangka pendanaan bisa disinergikan dengan kebutuhan nasional, menjaga hak dan mata pencaharian masyarakat sekitar, serta memastikan manfaat konservasi dapat terukur dan akuntabel. Namun, kedua pihak sepakat bahwa pengembangan skema harus diawali dengan kajian menyeluruh dan konsultasi intensif dengan pemangku kepentingan.

IAPB sebagai mitra pengetahuan bagi KLH

Kesepakatan utama yang dihasilkan adalah penunjukan IAPB sebagai Knowledge Partner bagi Kementerian Lingkungan Hidup. Peran ini mencakup dukungan teknis, pertukaran pengetahuan, serta advokasi pada forum internasional untuk mempercepat penerapan praktik terbaik dalam mekanisme kredit keanekaragaman hayati.

Penetapan IAPB sebagai mitra diharapkan memperkuat kapabilitas nasional dalam merancang kebijakan dan pilot project yang sesuai dengan standar internasional, sekaligus menghubungkan Indonesia dengan jaringan pengalaman global di bidang ini.

Kolaborasi di forum internasional dan agenda COP

Kedua pihak bersepakat untuk memperluas dialog dan kolaborasi pada berbagai forum internasional. Salah satu agenda yang menjadi fokus bersama adalah keikutsertaan dan advokasi pada COP 17 Konvensi Keanekaragaman Hayati yang akan berlangsung di Yerevan, Armenia, pada Oktober 2026.

Selain itu, Menteri Moh Jumhur menyampaikan bahwa Indonesia sedang menjajaki kesiapan menjadi tuan rumah COP 18 CBD pada 2028, dengan dukungan dari berbagai pemangku kepentingan nasional dan mitra internasional. Pembicaraan dengan IAPB dianggap strategis dalam mematangkan persiapan dan menyelaraskan posisi Indonesia di arena global.

Konsultasi pemangku kepentingan dan tahap selanjutnya

Dalam pertemuan tersebut ditekankan pula pentingnya konsultasi intensif dengan pemangku kepentingan — termasuk pemerintah daerah, komunitas lokal, akademisi, dan sektor swasta — untuk memastikan rancangan kredit keanekaragaman hayati responsif terhadap kondisi di lapangan.

Taskforce yang dibentuk Kementerian akan mengambil peran sentral untuk mengoordinasikan kajian, desain skema, dan pilot percontohan. Kerja sama dengan IAPB diharapkan mempercepat proses ini melalui transfer pengetahuan dan akses pada praktik terbaik internasional.

Pertemuan antara Menteri Moh Jumhur dan Dame Amelia menjadi langkah awal konkret yang menegaskan komitmen Indonesia untuk menjadi pelopor pengembangan kredit keanekaragaman hayati di kawasan Asia dan tingkat global, sekaligus mendorong pendekatan yang berorientasi pada nature positive dalam upaya konservasi.

About Post Author

sheila.kartika

Editor Lingkungan Sheila Kartika memiliki perhatian terhadap isu perubahan iklim, konservasi alam, energi hijau, pengurangan emisi karbon, pengelolaan limbah, serta berbagai upaya menjaga kelestarian lingkungan hidup. Email [email protected]
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By sheila.kartika

Editor Lingkungan Sheila Kartika memiliki perhatian terhadap isu perubahan iklim, konservasi alam, energi hijau, pengurangan emisi karbon, pengelolaan limbah, serta berbagai upaya menjaga kelestarian lingkungan hidup. Email [email protected]