0 0 Read Time:2 Minute, 7 Second Pembuatan ekoenzim menjadi tema edukasi yang digelar di Perumahan Sahid Mansion, Tangerang Selatan, Banten, Sabtu (27/6/2026). Kegiatan ini mengajak warga untuk mengolah sampah organik di rumah menjadi produk yang dinilai bermanfaat melalui langkah-langkah praktis. Dalam kegiatan itu, warga tampak memasukkan kulit buah ke dalam galon yang berisi cairan tetes tebu sebagai bagian dari proses pembuatan ekoenzim. Suasana berjalan praktis dan berbasis demonstrasi agar peserta dapat mengikuti tahapan dengan mudah di lingkungan rumah tangga masing-masing. Pembuatan ekoenzim secara sederhana Di lokasi, demonstrasi memperlihatkan tahap awal yang melibatkan pengumpulan bahan organik seperti kulit buah kemudian dimasukkan ke wadah bersama cairan tetes tebu. Metode yang dipraktikkan ditujukan agar warga memiliki gambaran langsung tentang tata cara menyiapkan bahan dan wadah untuk fermentasi awal. Peserta mengikuti langkah demi langkah proses pengisian wadah dan penutupan yang benar, agar tahapan awal pembuatan ekoenzim dapat dilakukan dengan aman di rumah. Pendekatan demonstratif dipilih untuk memudahkan pemahaman sekaligus memberi pengalaman praktik secara langsung bagi warga. Motivasi pengolahan sampah organik Kegiatan tersebut dilaksanakan dengan tujuan mendorong perubahan sikap terhadap sampah organik. Upaya mengolah limbah rumah tangga secara mandiri dinilai sebagai salah satu cara untuk mengurangi volume sampah yang dibuang serta memberi alternatif pemanfaatan bahan organik yang selama ini dianggap tidak berguna. Melalui edukasi ini, warga diajak melihat peluang pemanfaatan kembali sisa makanan dan kulit buah menjadi suatu produk yang memiliki nilai tambah bila dikelola secara sederhana dan konsisten di tingkat rumah tangga. Praktik dan partisipasi warga Partisipasi warga terlihat dari keterlibatan langsung pada proses pembuatan yang dipraktikkan di lokasi. Aktivitas praktik ini memfokuskan pada langkah-langkah yang dapat ditiru di rumah, termasuk pemilihan jenis wadah, komposisi bahan, dan cara penyimpanan sementara hingga proses fermentasi berlangsung. Pendekatan praktik diyakini memberi kemampuan teknis dasar sehingga warga tidak hanya memperoleh pengetahuan teoritis, tetapi juga pengalaman langsung yang memudahkan penerapan setelah kegiatan selesai. Arah pemanfaatan dan pengembangan Walau kegiatan bersifat edukatif dan praktis, penyelenggaraan di perumahan tersebut membuka ruang bagi warga untuk mempertimbangkan berbagai kemungkinan pemanfaatan ekoenzim dalam skala rumah tangga. Langkah awal yang ditunjukkan pada demonstrasi diharapkan memberi inspirasi bagi warga untuk bereksperimen lebih lanjut sesuai kondisi masing-masing rumah tangga. Di sisi lain, pendekatan komunitas di perumahan juga memfasilitasi pertukaran pengalaman antarrumah tangga sehingga praktik pembuatan ekoenzim dapat berkembang secara bertahap melalui adaptasi dan pembelajaran bersama. Kegiatan yang berlangsung pada akhir pekan itu menghadirkan suasana edukatif yang menekankan praktik sederhana dan keberlanjutan dalam pengelolaan sampah organik. Langkah kecil seperti melakukan fermentasi bahan organik di rumah dipandang sebagai salah satu upaya kolektif yang dapat mendukung pengurangan limbah dan peningkatan kesadaran lingkungan di lingkungan permukiman. Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn About Post Author sheila.kartika Editor Lingkungan Sheila Kartika memiliki perhatian terhadap isu perubahan iklim, konservasi alam, energi hijau, pengurangan emisi karbon, pengelolaan limbah, serta berbagai upaya menjaga kelestarian lingkungan hidup. Email [email protected] [email protected] https://www.energysolvers.net/ Happy 0 0 % Sad 0 0 % Excited 0 0 % Sleepy 0 0 % Angry 0 0 % Surprise 0 0 %