0 0 Read Time:2 Minute, 7 Second Bank Jakarta memutuskan membangun biodigester komunal sebagai bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Program ini menargetkan pengolahan sampah organik di dua titik strategis di Jakarta Utara. Direktur Utama Bank Jakarta, Agus H. Widodo, menyatakan dukungan lembaganya terhadap upaya penanganan sampah, khususnya sampah organik. Melalui teknologi biodigester komunal, sampah organik diolah menjadi biogas yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi. Lokasi proyek: Rusunawa Rorotan dan TPS 3R Rawa Badak Utara Pembangunan biodigester komunal akan dilaksanakan di Rusunawa Rorotan, Cilincing, serta di Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R) Kelurahan Rawa Badak Utara, Jakarta Utara. Kedua lokasi ini dipilih sebagai titik pelaksanaan program TJSL yang digagas oleh Bank Jakarta. Pemilihan lokasi menyasar area yang memiliki kebutuhan pengelolaan sampah organik yang tinggi dan potensi pemanfaatan biogas secara lokal. Keberadaan fasilitas pengolahan di lingkungan permukiman dan TPS 3R diharapkan memperkuat kapasitas pengelolaan sampah di tingkat wilayah. Peran biodigester komunal dalam penanganan sampah Biodigester komunal berfungsi mengurai sampah organik melalui proses biologis anaerobik sehingga menghasilkan biogas dan residu organik. Teknologi ini menjadi salah satu pilihan untuk mengurangi volume sampah yang masuk ke tempat pembuangan akhir sekaligus menyediakan alternatif energi terbarukan bagi komunitas setempat. Baca juga: Sorotan Baru Seputar Sinergi Linmas yang Menarik Perhatian Implementasi biodigester di skala komunal juga memungkinkan pengelolaan sampah yang lebih terpusat, sehingga memudahkan pemisahan, pengumpulan, dan pemrosesan limbah organik dari rumah tangga atau unit permukiman. Tujuan program TJSL oleh Bank Jakarta Melalui program TJSL, Bank Jakarta menyampaikan komitmennya untuk terlibat dalam penanganan permasalahan lingkungan di wilayah operasionalnya. Pembangunan biodigester komunal merupakan bagian dari upaya tersebut yang berfokus pada pengolahan sampah organik menjadi sumber energi alternatif. Bank Jakarta berharap inisiatif ini dapat menjadi model yang dapat direplikasi pada lokasi lain, dengan tujuan mendukung pengurangan sampah organik serta meningkatkan kesadaran dan praktik pengelolaan limbah di tingkat komunitas. Harapan terhadap manfaat lingkungan dan sosial Dukungan terhadap pembangunan biodigester komunal diharapkan memberi manfaat ganda: mengurangi beban lingkungan akibat sampah organik dan menyediakan alternatif energi dari biogas. Selain itu, fasilitas ini dapat menjadi sarana edukasi bagi warga mengenai pentingnya pengelolaan sampah yang terpisah dan pemanfaatan kembali bahan organik. Langkah ini juga menunjukkan peranan sektor korporasi dalam mendukung solusi lingkungan melalui program tanggung jawab sosial, dengan fokus pada teknologi yang mampu mengubah limbah menjadi sumber daya. Bank Jakarta menyatakan kesiapan untuk melaksanakan program ini sesuai ruang lingkup TJSL, dengan tujuan menciptakan dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat setempat melalui pengelolaan sampah organik yang lebih baik. Baca juga berita lainnya: Sorotan Baru Seputar Penghijauan Agenda Pembangunan yang Menarik Perhatian PVTPP Dukung Percepatan Hilirisasi lewat Pendampingan Perizinan Benih di Sumatera Utara Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn About Post Author sheila.kartika Editor Lingkungan Sheila Kartika memiliki perhatian terhadap isu perubahan iklim, konservasi alam, energi hijau, pengurangan emisi karbon, pengelolaan limbah, serta berbagai upaya menjaga kelestarian lingkungan hidup. Email [email protected] [email protected] https://www.energysolvers.net/ Happy 0 0 % Sad 0 0 % Excited 0 0 % Sleepy 0 0 % Angry 0 0 % Surprise 0 0 % Navigasi pos Sorotan Baru Seputar Sinergi Linmas yang Menarik Perhatian