0 0 Read Time:2 Minute, 39 Second Forum Komunikasi Nasional-08 (FKN-08) menyelenggarakan Konsolidasi Rakyat pada Sabtu, 11 Juli 2026 di Hotel Alia Cikini, Jakarta Pusat. Acara ini mengusung tema mendukung program pro-rakyat dan kemandirian ekonomi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto serta menjadi ajang penyatuan pandangan antara berbagai elemen masyarakat. Kegiatan yang berlangsung terbuka dan demokratis tersebut dihadiri lebih dari 125 pimpinan komunitas, tokoh masyarakat, akademisi, serta inisiator FKN-08. Pertemuan dimanfaatkan sebagai sarana silaturahmi, musyawarah, dan penguatan sinergi antarorganisasi relawan dan komunitas untuk memperkuat dukungan terhadap agenda pembangunan nasional. Konsolidasi Rakyat sebagai Wadah Persatuan Indria Febriansyah, inisiator sekaligus ketua panitia, menjelaskan bahwa FKN-08 dirancang sebagai ruang persatuan bagi seluruh elemen masyarakat yang memiliki semangat mendukung pemerintahan saat ini. Menurut Indria, forum ini hadir untuk merangkul berbagai organisasi dan komunitas tanpa membiarkan ego sektoral memecah kebersamaan. “FKN-08 hadir untuk merangkul, bukan memukul. Forum ini menjadi rumah besar yang menyatukan berbagai organisasi, komunitas, dan elemen masyarakat tanpa sekat,” ujar Indria. Ia menekankan bahwa dukungan tidak cukup sebatas pernyataan politik, melainkan harus diwujudkan melalui kerja nyata, edukasi publik, pengawalan kebijakan, dan kolaborasi konstruktif dengan pemerintah. Program Kerja: 14 Bidang Prioritas Dalam pemaparannya, salah satu inisiator, Yoserizal Nasution, memaparkan arah kebijakan organisasi dan memperkenalkan 14 bidang program kerja strategis yang akan menjadi fokus gerakan FKN-08. Salah satu prioritas utama yang diumumkan ialah pembentukan koordinator bidang Ketahanan Pangan sebagai bentuk dukungan terhadap program kedaulatan pangan nasional. Baca juga: Dunia Usaha Didorong Percepat Investasi Hijau untuk Rehabilitasi Ekosistem dan Penanaman Pohon Selain ketahanan pangan, bidang lain yang masuk dalam rencana kerja mencakup penguatan ekonomi kerakyatan, pengembangan koperasi desa, hilirisasi industri nasional, pemberdayaan UMKM, pendidikan, kesehatan, lingkungan hidup, pengembangan sumber daya manusia, serta penguatan komunikasi publik untuk menangkal disinformasi. Penekanan pada Ketahanan Pangan dan Arah Pembangunan Ekonomi Sesi utama menghadirkan Nehemia Lawalata, S.E., yang pernah menjabat sebagai sekretaris bidang politik almarhum Prof. Dr. Soemitro Djojohadikusumo. Dalam pemaparannya, Lawalata menekankan pentingnya mengembalikan arah pembangunan ekonomi sesuai amanat Pasal 33 UUD 1945, dengan menempatkan kesejahteraan rakyat sebagai tujuan utama. Ia mengingatkan agar praktik ekonomi tidak hanya menguntungkan kelompok tertentu dan mendorong pembentukan sistem ekonomi yang berkeadilan, berdaulat, serta berpihak pada kepentingan rakyat. Pernyataan tersebut menjadi dasar bagi peserta untuk menegaskan kembali komitmen terhadap program pro-rakyat. Kesepakatan dan Langkah Implementasi Hasil musyawarah menghasilkan beberapa komitmen bersama yang disepakati peserta. Pertama, dukungan penuh terhadap program dan kebijakan Presiden Prabowo Subianto yang berlandaskan Pancasila dan UUD 1945. Kedua, FKN-08 berkomitmen menjadi mitra strategis pemerintah dalam menyosialisasikan, mengawal, dan membantu pelaksanaan program-program pro-rakyat di seluruh wilayah Indonesia. Ketiga, forum berjanji memperkuat persatuan bangsa dengan melawan disinformasi, fitnah, provokasi, dan narasi yang berpotensi memecah belah masyarakat. Keempat, peserta sepakat segera membentuk perangkat organisasi dan koordinator bidang termasuk Bidang Ketahanan Pangan agar program-program dapat diimplementasikan secara nyata di daerah. Pernyataan penutup dari Lawalata menyebut bahwa konsolidasi ini menjadi tonggak awal penguatan gerakan masyarakat sipil yang bersatu mendukung pembangunan nasional menuju kedaulatan politik, kemandirian ekonomi, dan penguatan identitas kebudayaan bangsa. Seluruh rencana yang dihasilkan akan dijadikan dasar aksi lanjutan oleh FKN-08 dan organisasi mitra. Baca juga berita lainnya: Gibran Puji Mobil Listrik MOLISA dan Coba Prototipe Buatan Mahasiswa Unissula DPR Minta Sertifikasi Kompetensi untuk Atasi 70% Alumni Magang yang Belum Terserap Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn About Post Author rizal.fadillah Redaktur Nasional Rizal Fadillah bertanggung jawab atas liputan nasional yang mencakup pemerintahan, pembangunan daerah, kebijakan publik, ekonomi, pendidikan, serta berbagai isu strategis yang menjadi perhatian masyarakat Indonesia. Email [email protected] [email protected] https://www.energysolvers.net/ Happy 0 0 % Sad 0 0 % Excited 0 0 % Sleepy 0 0 % Angry 0 0 % Surprise 0 0 % Navigasi pos Dunia Usaha Didorong Percepat Investasi Hijau untuk Rehabilitasi Ekosistem dan Penanaman Pohon