0 0 Read Time:2 Minute, 21 Second Menteri Lingkungan Hidup sekaligus Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, Moh Jumhur Hidayat, meresmikan kebun agroforestri wakaf hijau Universitas Islam Sumatera Utara (UISU) di Medan pada Sabtu, 5 September 2026. Penandatanganan prasasti di Fakultas Pertanian UISU menandai resmi digunakannya lahan tersebut untuk kegiatan pendidikan dan lingkungan. Peresmian ini digelar sebagai bagian dari upaya yang disebut Gerakan Nasional Tobat Ekologis, yang pada momen itu ditegaskan melalui fungsi kebun sebagai ruang pembelajaran, pemulihan alam, dan penanaman kebaikan berkelanjutan sebagaimana tertulis dalam prasasti. Kebun Agroforestri dalam Sorotan Publik Acara peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti di halaman Fakultas Pertanian UISU. Prasasti tersebut secara eksplisit menyebutkan bahwa lahan kebun menjadi wadah untuk pembelajaran, pemulihan alam, serta penanaman kebaikan yang berkelanjutan. Tindakan menandatangani prasasti menjadi simbol formalisasi fungsi lahan, menghubungkan tujuan akademik dengan kepedulian lingkungan yang lebih luas. Peran institusi pendidikan dalam pemulihan lingkungan Pendirian kebun percobaan agroforestri di lingkungan perguruan tinggi menegaskan peran universitas bukan hanya sebagai pusat pendidikan teoretis, melainkan juga sebagai lokasi praktik langsung bagi mahasiswa dan civitas akademika. Sebagai kebun percobaan, lahan di UISU diharapkan menjadi sarana untuk menguji pendekatan agroforestri, memfasilitasi pembelajaran lapangan, dan mendukung pemulihan ekosistem sesuai pesan yang diabadikan dalam prasasti. Baca juga: Maruli Uji Teknologi Insinerator di TPA Ciwastra untuk Konversi Sampah Jadi Energi Konteks Gerakan Nasional Tobat Ekologis Peresmian kebun wakaf hijau ini ditempatkan dalam kerangka Gerakan Nasional Tobat Ekologis. Dalam konteks tersebut, kebun dianggap sebagai salah satu wujud nyata dari gerakan yang bertujuan memperbaiki hubungan manusia dengan alam. Penegasan fungsi kebun sebagai ruang pembelajaran dan pemulihan alam menggarisbawahi niat untuk mengaitkan nilai-nilai ekologis dengan kegiatan akademik dan sosial di kampus. Wakaf hijau: makna dan penerapan di kampus Penetapan kebun sebagai wakaf hijau menunjukkan pengalihan fungsi lahan menjadi aset yang dimanfaatkan untuk kepentingan lingkungan dan pendidikan jangka panjang. Sebutan “wakaf hijau” mencerminkan komitmen untuk menjaga keberlanjutan manfaat lahan tersebut, sekaligus menawarkan model pengelolaan lahan yang mengedepankan aspek pelestarian alam dan pembelajaran. Di UISU, status wakaf tersebut resmi ditandai melalui prasasti yang dipasang di Fakultas Pertanian. Harapan dan fungsi kebun bagi komunitas kampus Prasasti yang dipasang sekaligus menyampaikan harapan agar kebun dapat menjadi ruang di mana pengetahuan tentang agroforestri dapat dikembangkan dan diterapkan. Dengan menyebutkan fungsi pembelajaran dan pemulihan alam, kebun ini diharapkan menjadi wahana untuk transfer pengetahuan praktis kepada mahasiswa serta komunitas sekitar, sekaligus menjadi contoh nyata penerapan prinsip-prinsip penjagaan lingkungan dalam skala kampus. Peresmian kebun agroforestri wakaf hijau UISU oleh Menteri Moh Jumhur Hidayat pada 5 September 2026 menjadi tanda konkret kolaborasi antara pemerintah dan institusi pendidikan dalam upaya merevitalisasi hubungan manusia dengan lingkungan. Melalui penegasan fungsi lahan sebagai ruang pembelajaran dan pemulihan alam, kebun ini diposisikan sebagai salah satu langkah yang bersinergi dengan nilai-nilai yang diusung Gerakan Nasional Tobat Ekologis. Baca juga berita lainnya: Sorotan Baru Seputar Ketahanan Energi yang Menarik Perhatian Bekasi Jalankan Pemilahan Rumah dan PSEL untuk Ubah Sampah Jadi Listrik Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn About Post Author sheila.kartika Editor Lingkungan Sheila Kartika memiliki perhatian terhadap isu perubahan iklim, konservasi alam, energi hijau, pengurangan emisi karbon, pengelolaan limbah, serta berbagai upaya menjaga kelestarian lingkungan hidup. Email [email protected] [email protected] https://www.energysolvers.net/ Happy 0 0 % Sad 0 0 % Excited 0 0 % Sleepy 0 0 % Angry 0 0 % Surprise 0 0 % Navigasi pos Maruli Uji Teknologi Insinerator di TPA Ciwastra untuk Konversi Sampah Jadi Energi