0 0 Read Time:2 Minute, 23 Second Pemerintah mendorong serangkaian kebijakan pengelolaan sampah di Bekasi yang dimulai dari rumah tangga hingga fasilitas pengolahan akhir dengan tujuan ubah sampah jadi listrik. Langkah ini meliputi kampanye pemilahan sampah di asal, serta pembangunan infrastruktur Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL). Menko Pangan Zulkifli Hasan menegaskan bahwa persoalan sampah di Kota Bekasi harus segera ditangani secara masif dan modern. Di tengah tingginya jumlah sampah yang muncul setiap hari—timbulan sampah di Kota Bekasi mencapai sekitar 1.800—strategi terintegrasi dianggap penting untuk mengurangi beban lingkungan sekaligus memanfaatkan sampah sebagai sumber energi. Strategi hulu ke hilir untuk ubah sampah jadi listrik Pemerintah menerapkan pendekatan hulu ke hilir, yaitu mulai dari upaya pengurangan dan pemilahan di tingkat rumah tangga hingga pemrosesan akhir di fasilitas yang mampu mengonversi sampah menjadi energi. Konsep ini menekankan bahwa pengelolaan yang efektif harus dimulai sedini mungkin: pemilahan akan memudahkan proses pengolahan dan meningkatkan nilai material yang bisa diolah menjadi energi. Peran pemilahan dari rumah Kegiatan memilah sampah di rumah menjadi langkah krusial dalam rantai pengelolaan. Dengan membedakan sampah organik, anorganik yang dapat didaur ulang, dan residu, pemerintah berharap alur pengolahan di fasilitas PSEL bisa berjalan lebih efisien. Selain mengurangi volume yang masuk ke fasilitas akhir, pemilahan juga meningkatkan kualitas bahan baku yang akan diolah menjadi energi. Baca juga: Menggambarkan Net Zero Emissions lewat kartun ‘Pohon’ karya Munadi Hp PSEL: Mengubah sampah menjadi energi Fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) menjadi bagian penting dari rencana ini. PSEL dirancang untuk memanfaatkan sampah yang tidak lagi dapat didaur ulang menjadi sumber energi listrik, sehingga sampah tidak hanya dianggap sebagai beban lingkungan tetapi juga potensi sumber energi. Pembangunan dan pengoperasian PSEL adalah elemen hilir dalam upaya menjadikan sampah sebagai sumber listrik bagi kebutuhan lokal. Tegasan kebijakan dan dukungan pemerintahan Menurut pernyataan pejabat, penanganan yang masif dan modern diperlukan agar program dapat berjalan sesuai harapan. Tekanan pada modernisasi mencakup penggunaan teknologi yang tepat, sistem manajemen yang transparan, serta keterlibatan berbagai pihak—dari pemerintah daerah hingga masyarakat—dalam rangka memastikan proses pemilahan dan pengolahan berjalan konsisten. Upaya ini juga menuntut perubahan perilaku masyarakat. Pemerintah mendorong kampanye edukasi agar warga memahami pentingnya memisahkan sampah sejak di rumah. Selain itu, koordinasi antar-instansi terkait dianggap perlu agar alur pengumpulan, pengangkutan, dan pengolahan sampah selaras dengan kapasitas fasilitas PSEL. Implementasi rencana pengelolaan sampah terintegrasi di Bekasi bertujuan bukan hanya mengurangi volume sampah yang masuk ke tempat pembuangan akhir, tetapi juga mengoptimalkan pemanfaatan sampah sebagai sumber energi. Dengan demikian, program ini diharapkan memberi manfaat lingkungan sekaligus kontribusi terhadap kebutuhan energi lokal. Meski demikian, langkah-langkah ini menuntut konsistensi pelaksanaan dan pemantauan yang ketat agar target penanganan dan pemanfaatan sampah dapat tercapai. Penguatan regulasi, peningkatan kapasitas fasilitas, dan keterlibatan aktif masyarakat menjadi faktor penentu keberhasilan transformasi sampah menjadi listrik di Bekasi. Baca juga berita lainnya: DPRD Dorong Pengusutan Oknum Ordal yang Diduga Membekingi Pembuang Sampah Ilegal Sorotan Baru Seputar Angkutan Bantuan Gratis yang Menarik Perhatian Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn About Post Author sheila.kartika Editor Lingkungan Sheila Kartika memiliki perhatian terhadap isu perubahan iklim, konservasi alam, energi hijau, pengurangan emisi karbon, pengelolaan limbah, serta berbagai upaya menjaga kelestarian lingkungan hidup. Email [email protected] [email protected] https://www.energysolvers.net/ Happy 0 0 % Sad 0 0 % Excited 0 0 % Sleepy 0 0 % Angry 0 0 % Surprise 0 0 % Navigasi pos Menggambarkan Net Zero Emissions lewat kartun ‘Pohon’ karya Munadi Hp