0 0 Read Time:2 Minute, 26 Second Dewan Pimpinan Nasional Ikatan Alumni Resimen Mahasiswa Indonesia (DPN IARMI) menyoroti kebocoran sektor energi yang dianggap merugikan pendapatan negara. Menurut organisasi itu, persoalan tidak semata-mata soal praktik korupsi, melainkan juga mencakup lemahnya tata kelola, pengawasan yang kurang efektif, serta struktur kelembagaan yang belum optimal. Pandangan tersebut disampaikan dalam forum diskusi yang membahas pemulihan kedaulatan energi nasional dan upaya untuk mengurai kebocoran pendapatan di sektor energi. Dalam pertemuan itu, DPN IARMI menekankan perlunya pendekatan komprehensif untuk menutup celah yang menyebabkan hilangnya potensi penerimaan negara. Kebocoran Sektor Energi dalam Sorotan Publik Menurut DPN IARMI, kebocoran sektor energi tidak dapat dipisahkan dari kualitas tata kelola yang diterapkan saat ini. Kelemahan dalam pengaturan kebijakan, pelaksanaan kontrak, serta pengelolaan sumber daya dipercaya memperbesar risiko kebocoran pendapatan. Tanpa pembenahan aturan dan mekanisme yang jelas, peluang terjadinya kebocoran dinilai akan terus muncul meski upaya pemberantasan praktik korupsi dilakukan. Peran Pengawasan dan Kelembagaan Pengawasan yang tidak memadai menjadi sorotan lain dalam diskusi tersebut. DPN IARMI menilai fungsi pengawasan harus diperkuat, baik dari sisi institusi pengawas internal maupun mekanisme audit eksternal. Selain itu, struktur kelembagaan yang tumpang tindih atau belum terintegrasi dinilai turut menyulitkan koordinasi antar lembaga, sehingga temuan kebocoran sulit ditindaklanjuti secara cepat dan efektif. Baca juga: Dairy Queen Tutup 46 Gerai di Negara Tersebut Setelah 86 Tahun Beroperasi Dampak terhadap Pendapatan Negara dan Kedaulatan Energi Diskusi menekankan bahwa kebocoran pendapatan di sektor energi berimplikasi langsung pada kemampuan negara memanfaatkan sumber daya untuk kepentingan publik. Berkurangnya pendapatan yang semestinya masuk ke kas negara dapat melemahkan program pembangunan dan investasi di sektor energi itu sendiri, sehingga kapasitas untuk mencapai kedaulatan energi nasional menjadi terhambat. Upaya Mitigasi yang Diusulkan Dalam pertemuan tersebut, DPN IARMI mendorong langkah-langkah mitigasi yang bersifat sistemik. Pendekatan yang diusulkan mencakup pembenahan regulasi, peningkatan kapasitas pengawasan, serta penyempurnaan tata kelola kontrak dan pengelolaan sumber daya. Penekanan juga diberikan pada perlunya sinergi antarinstansi untuk memastikan adanya tindak lanjut yang terkoordinasi terhadap temuan kebocoran. Peserta diskusi mengingatkan bahwa upaya teknis semata tidak akan cukup jika tidak disertai perbaikan kelembagaan. Tanpa kejelasan peran dan kewenangan antar lembaga, serta mekanisme akuntabilitas yang kuat, risiko kebocoran akan terus berulang meskipun berbagai instrumen pengendalian sudah tersedia. Tuntutan terhadap Pemerintah dan Langkah Lanjutan DPN IARMI mendesak pemerintah untuk segera mengambil langkah konkret dalam memperbaiki tata kelola sektor energi. Desakan itu mencakup penyusunan kebijakan yang lebih tegas, penguatan mekanisme pengawasan, serta penataan kelembagaan yang dapat mengurangi celah kebocoran. Organisasi ini juga menyerukan agar koordinasi antarinstansi ditingkatkan agar langkah mitigasi dapat berjalan simultan dan terukur. Dalam konteks yang lebih luas, diskusi menegaskan bahwa perbaikan di sektor energi harus menjadi prioritas nasional agar potensi penerimaan negara dari sumber daya alam bisa dimaksimalkan demi kesejahteraan publik. DPN IARMI menekankan pentingnya komitmen berkelanjutan dari seluruh pemangku kepentingan untuk menutup celah yang selama ini memicu kebocoran sektor energi. Baca juga berita lainnya: Laba Bersih Bank Sahabat Sampoerna Melonjak 68% pada Mei 2026, Menjadi Indikator Kuat Kuartal II Sorotan Baru Seputar Potensi Silver Economy yang Menarik Perhatian Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn About Post Author gilang.mahendra Redaktur Bisnis Gilang Mahendra memiliki pengalaman dalam meliput perkembangan dunia usaha, industri, investasi, perusahaan, serta dinamika bisnis nasional maupun global. Fokus liputannya mencakup strategi korporasi, startup, UMKM, hingga tren ekonomi digital. Email [email protected] [email protected] https://www.energysolvers.net/ Happy 0 0 % Sad 0 0 % Excited 0 0 % Sleepy 0 0 % Angry 0 0 % Surprise 0 0 % Navigasi pos Dairy Queen Tutup 46 Gerai di Negara Tersebut Setelah 86 Tahun Beroperasi