0 0 Read Time:2 Minute, 8 Second Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menutup Rakernas KSBSI dengan pesan penting terkait peningkatan kapasitas tenaga kerja. Ia mengajak para buruh untuk terus memperkuat kompetensi buruh agar mampu bersaing di tengah perubahan ekonomi global yang berlangsung cepat. Menurut Kapolri, penguatan kompetensi dan peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) menjadi kunci agar buruh Indonesia tidak tertinggal menghadapi perkembangan teknologi dan perubahan regulasi. Ia menegaskan bahwa meski teknologi terus berkembang, buruh tetap menjadi unsur utama dalam jalannya perekonomian nasional. Mengokohkan kompetensi buruh untuk daya saing Dalam sambutannya pada penutupan Rakernas, Kapolri menekankan perlunya upaya sistematis untuk menguatkan kemampuan kerja. Fokus pada peningkatan keahlian, pemahaman terhadap teknologi baru, dan adaptasi terhadap perubahan aturan diharapkan dapat menjaga posisi buruh Indonesia di pasar tenaga kerja yang semakin kompetitif. Pernyataan itu menyoroti bahwa kompetensi buruh bukan hanya persoalan individual, melainkan juga faktor strategis bagi produktivitas dan daya saing nasional. Dengan SDM yang lebih berkualitas, diharapkan kemampuan menghadapi transformasi industri dan persaingan global dapat meningkat. Tantangan perubahan teknologi dan regulasi Kapolri mengingatkan bahwa dinamika ekonomi global menuntut kesiapan seluruh pemangku kepentingan. Perkembangan teknologi dan perubahan regulasi dipandang sebagai tantangan yang harus diantisipasi oleh pekerja melalui peningkatan keterampilan dan pengetahuan. Baca juga: Rumah Bocil: Ketika Kehidupan Keluarga Dipenuhi Suara Cucu Ia menekankan pentingnya kesiapan bersama untuk menghadapi situasi tersebut, sehingga buruh tidak hanya bereaksi terhadap perubahan, tetapi juga mampu mengambil peran aktif dalam proses adaptasi. Pesan ini menggarisbawahi urgensi pengembangan kapasitas yang berkelanjutan dalam dunia kerja. Penguatan SDM sebagai fondasi Dalam paparan singkatnya, Kapolri menyampaikan bahwa penguatan SDM merupakan fondasi agar buruh tetap relevan di era otomatisasi dan digitalisasi. Peningkatan kualitas tenaga kerja dianggap esensial untuk menjaga produktivitas sekaligus memberikan perlindungan terhadap potensi keterpinggiran akibat pergantian pola produksi. Pentingnya investasi pada pendidikan vokasi, pelatihan teknis, dan program peningkatan keterampilan menjadi poin yang ditekankan, agar tenaga kerja dapat bersaing dan berkontribusi maksimal pada proses produksi dan layanan. Pesan penutup kepada peserta Rakernas Menutup acara Rakernas KSBSI, Kapolri mengajak seluruh peserta untuk bersama-sama membangun strategi peningkatan kapasitas pekerja. Ia mengingatkan bahwa peran buruh sebagai penggerak utama produksi harus diimbangi dengan kesiapan menghadapi perubahan yang cepat. Pernyataan Kapolri tersebut menjadi pengingat bagi semua pihak terkait bahwa upaya peningkatan kompetensi merupakan investasi jangka panjang yang berdampak pada daya saing nasional dan kesejahteraan pekerja. Dengan penekanan pada penguatan kompetensi buruh dan kualitas SDM, pesan yang disampaikan pada penutupan Rakernas menempatkan pengembangan sumber daya manusia sebagai prioritas dalam menghadapi tantangan era baru ekonomi global. Baca juga berita lainnya: Digitalisasi Data Tol Perkuat Pengawasan Angkutan Barang untuk Kejar Target Zero ODOL 2027 Muzani Optimistis Peserta LCC Bisa Menjadi Pemimpin yang Kelak Melantik Presiden Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn About Post Author rizal.fadillah Redaktur Nasional Rizal Fadillah bertanggung jawab atas liputan nasional yang mencakup pemerintahan, pembangunan daerah, kebijakan publik, ekonomi, pendidikan, serta berbagai isu strategis yang menjadi perhatian masyarakat Indonesia. Email [email protected] [email protected] https://www.energysolvers.net/ Happy 0 0 % Sad 0 0 % Excited 0 0 % Sleepy 0 0 % Angry 0 0 % Surprise 0 0 % Navigasi pos Rumah Bocil: Ketika Kehidupan Keluarga Dipenuhi Suara Cucu