tps3r zona - ilustrasi berita Guntur Priambodo Usulkan TPS3R Zona untuk Perkuat Ekonomi Sirkular di BanyuwangiGuntur Priambodo mengusulkan TPS3R Zona sebagai model pengelolaan sampah Banyuwangi untuk menggabungkan pengolahan lokal, pemulihan bahan dan ekonomi…
0 0
Read Time:2 Minute, 51 Second

Guntur Priambodo mengajukan model pengelolaan sampah baru yang menitikberatkan pada penerapan TPS3R Zona di seluruh wilayah Banyuwangi. Konsep itu dirancang untuk memperkuat proses pengolahan di tingkat kawasan dan menjadikan alur sampah bagian dari kegiatan ekonomi lokal.

tps3r zona - ilustrasi berita Guntur Priambodo Usulkan TPS3R Zona untuk Perkuat Ekonomi Sirkular di Banyuwangi

Usulan ini menempatkan TPS3R Zona sebagai elemen sentral yang berfungsi tidak hanya sebagai lokasi pengolahan, tetapi juga sebagai pusat pemilahan, pengolahan ulang, dan pemulihan nilai material. Tujuannya adalah mengurangi beban akhir pembuangan sekaligus mendorong terwujudnya ekonomi sirkular yang mandiri di tingkat kabupaten.

TPS3R Zona: Konsep dan peran di tingkat kawasan

Model TPS3R Zona menekankan pembagian wilayah pengelolaan berdasarkan kawasan atau zona, sehingga setiap zona memiliki fasilitas pengolahan yang sesuai dengan karakteristik sampahnya. Dengan pengelompokan seperti ini, proses pemilahan dan pengolahan dapat dilakukan lebih terfokus, mengurangi volume yang masuk ke tempat pembuangan akhir, dan meningkatkan efisiensi transportasi serta operasional.

Pusat TPS3R Zona diharapkan mampu menangani berbagai tahap: penerimaan sampah berbasis pemilahan, proses pengolahan organik dan anorganik sederhana, hingga pengemasan kembali bahan yang masih memiliki nilai jual. Pendekatan demikian juga membuka peluang untuk mengintegrasikan usaha mikro dan koperasi lokal yang bergerak di bidang daur ulang.

Ekonomi sirkular sebagai tujuan utama

Rangkaian kegiatan pengolahan di TPS3R Zona diarahkan pada prinsip ekonomi sirkular: mempertahankan nilai produk atau bahan selama mungkin melalui perbaikan, pemulihan, dan daur ulang. Model ini bertujuan agar aliran material kembali menjadi sumber pendapatan lokal, bukan semata menjadi beban lingkungan.

Dalam praktiknya, ekonomi sirkular di tingkat kawasan bisa diwujudkan melalui pengumpulan kembali bahan bernilai, pembuatan produk daur ulang, dan penyaluran produk tersebut ke pasar lokal. Pendekatan ini juga membuka ruang bagi inovasi usaha kecil yang dapat memanfaatkan material bekas sebagai bahan baku ekonomi kreatif.

Manfaat yang diharapkan bagi lingkungan dan sosial

Penerapan TPS3R Zona yang terintegrasi dengan prinsip ekonomi sirkular diharapkan menurunkan volume sampah yang harus dibuang ke tempat pembuangan akhir, sehingga mengurangi dampak lingkungan seperti timbulan gas rumah kaca dan pencemaran tanah. Secara sosial, skema ini berpotensi menciptakan lapangan kerja baru di bidang pengumpulan, pemilahan, dan pengolahan sampah.

Selain itu, keterlibatan masyarakat dalam pemilahan di sumber dan pengelolaan di tingkat zona dapat meningkatkan kesadaran lingkungan serta memperkuat peran komunitas lokal. Ketika material yang sebelumnya dianggap limbah dapat diproses menjadi produk bernilai, manfaat ekonomi menjadi insentif tambahan bagi partisipasi publik.

Tantangan implementasi dan kebutuhan sumber daya

Meski menawarkan banyak potensi, model TPS3R Zona juga menghadapi sejumlah tantangan. Ketersediaan lahan untuk fasilitas zona, kapasitas teknis pengolahan, serta pembiayaan menjadi aspek yang perlu diantisipasi. Selain itu, perubahan perilaku masyarakat dalam memilah sampah di sumber menjadi syarat penting agar alur pengolahan dapat berjalan efektif.

Peningkatan kapasitas SDM lokal, pelatihan bagi pelaku usaha daur ulang, serta kerja sama antara pemerintah daerah, komunitas, dan sektor swasta disebut sebagai unsur yang diperlukan untuk mewujudkan model ini. Pembentukan regulasi yang mendukung dan insentif bagi pengelola juga menjadi bagian dari komponen pelaksanaan.

Langkah ke depan yang diusulkan

Gagasan TPS3R Zona dilihat sebagai langkah strategis untuk memperbaiki tata kelola sampah di Banyuwangi secara sistemik. Langkah awal yang disarankan meliputi pilot project di beberapa zona, evaluasi teknis, dan skema pembiayaan yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan.

Pengembangan model ini pada akhirnya diharapkan dapat menjadi kerangka kerja yang adaptif: menyesuaikan karakteristik sampah tiap zona, melibatkan pelaku usaha lokal, dan mendorong terbentuknya jaringan ekonomi sirkular yang memberi manfaat lingkungan dan ekonomi bagi masyarakat Banyuwangi.

About Post Author

bagas.prasetyo

Editor Infrastruktur Bagas Prasetyo berfokus pada pembangunan infrastruktur nasional, proyek strategis, transportasi, kawasan industri, konstruksi, serta berbagai kebijakan yang mendukung pembangunan berkelanjutan. Email [email protected]
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By bagas.prasetyo

Editor Infrastruktur Bagas Prasetyo berfokus pada pembangunan infrastruktur nasional, proyek strategis, transportasi, kawasan industri, konstruksi, serta berbagai kebijakan yang mendukung pembangunan berkelanjutan. Email [email protected]