0 0 Read Time:2 Minute, 44 Second Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Republik Indonesia (Bakom RI), Muhammad Qodari, meninjau langsung pelaksanaan Perlinsos digital di Kecamatan Tambaksari, Surabaya, pada Selasa (28/7/2026). Perlinsos digital menjadi fokus kunjungan yang bertujuan melihat penerapan teknologi dalam rangka penyaluran bantuan sosial. Dalam peninjauan tersebut, sistem yang memanfaatkan teknologi pengenalan wajah (face recognition) serta integrasi data lintas kementerian dan lembaga diperagakan. Kombinasi teknologi ini diyakini mampu membuat penyaluran bansos lebih cepat, akurat, tepat sasaran, dan meningkatkan transparansi proses. Perlinsos digital: teknologi yang diterapkan Perlinsos digital yang ditinjau di Tambaksari mengandalkan dua komponen utama, yaitu pengenalan wajah dan penyatuan data dari berbagai instansi pemerintah. Pengenalan wajah berfungsi memverifikasi identitas penerima pada saat penyaluran, sementara integrasi data membantu mencocokkan informasi peserta program sosial yang bersangkutan. Penerapan teknologi tersebut bertujuan mengurangi potensi kesalahan administratif dan tumpang tindih penerima bantuan. Dengan adanya sinkronisasi data lintas kementerian/lembaga, proses verifikasi dapat berjalan lebih terpadu tanpa harus bergantung pada dokumen fisik semata. Tinjauan lapangan oleh Qodari Dalam kunjungannya, Qodari melihat langsung cara kerja sistem dan memastikan alur teknis dasar dapat dijalankan di lapangan. Kehadiran kepala Bakom RI menunjukkan perhatian pemerintah terhadap upaya digitalisasi pelayanan sosial, khususnya dalam konteks penyaluran bansos yang kerap menjadi fokus efisiensi dan keadilan. Observasi lapangan dimaksudkan untuk menilai kesiapan infrastruktur dan proses, antara lain bagaimana verifikasi identitas dilakukan, serta bagaimana data dari kementerian dan lembaga bisa saling terhubung untuk mendukung keputusan penyaluran. Baca juga: Lima Tokoh Parpol Paparkan Visi Pembangunan Umat di KUII VIII Manfaat yang diyakini dari implementasi Pihak terkait meyakini bahwa penerapan Perlinsos digital akan membawa beberapa manfaat utama. Pertama, percepatan proses penyaluran karena verifikasi dapat terjadi secara elektronik. Kedua, peningkatan akurasi data sehingga daftar penerima dapat disesuaikan dengan kebutuhan nyata. Ketiga, penyaluran yang lebih tepat sasaran karena adanya data lintas sektor yang saling terintegrasi. Selain itu, penggunaan teknologi dianggap berpotensi meningkatkan transparansi, karena alur distribusi dan rekam jejak bantuan dapat dicatat secara digital. Hal ini diharapkan membantu upaya pengawasan serta mempermudah evaluasi pelaksanaan program perlindungan sosial. Dampak bagi penyaluran bansos di Surabaya Untuk wilayah Surabaya, khususnya Kecamatan Tambaksari, upaya digitalisasi ini diharapkan menjadi contoh implementasi yang bisa menunjang kelancaran penyaluran bantuan. Dengan metode verifikasi elektronik, proses administrasi lapangan menjadi lebih ringkas dan berorientasi pada data yang saling terkait. Meski demikian, keberhasilan program di tingkat lokal bergantung pada kesiapan teknis, kualitas data, serta koordinasi antarinstansi. Di lapangan, kebutuhan untuk memastikan perlindungan data pribadi dan pemahaman masyarakat terhadap mekanisme baru juga menjadi hal penting yang perlu mendapat perhatian. Pemantauan dan penguatan ke depan Implementasi Perlinsos digital yang sedang ditinjau perlu dilengkapi dengan mekanisme pemantauan dan evaluasi agar manfaat yang diharapkan benar-benar tercapai. Pemantauan juga diperlukan untuk mengidentifikasi kendala teknis, tantangan administrasi, serta aspek perlindungan data yang harus dijaga selama proses berlangsung. Perbaikan berkelanjutan serta pembelajaran dari pelaksanaan di lokasi percontohan seperti Tambaksari dapat menjadi modal untuk memperluas penggunaan teknologi serupa di daerah lain. Langkah-langkah tersebut penting agar transformasi digital di sektor perlindungan sosial berjalan efektif dan memberikan manfaat nyata bagi penerima bantuan. Kunjungan ini menegaskan bahwa pemerintah tengah menaruh perhatian pada upaya modernisasi alur penyaluran bansos melalui pemanfaatan teknologi. Ke depan, sinergi antara aspek teknis, kebijakan, dan perlindungan hak penerima akan menjadi faktor penentu keberhasilan skema Perlinsos digital. Baca juga berita lainnya: Sorotan Baru Seputar Melawan Lupa yang Menarik Perhatian Gerindra Yakin Swasembada Energi Terwujud, Dorong Penguatan Cadangan Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn About Post Author rizal.fadillah Redaktur Nasional Rizal Fadillah bertanggung jawab atas liputan nasional yang mencakup pemerintahan, pembangunan daerah, kebijakan publik, ekonomi, pendidikan, serta berbagai isu strategis yang menjadi perhatian masyarakat Indonesia. Email [email protected] [email protected] https://www.energysolvers.net/ Happy 0 0 % Sad 0 0 % Excited 0 0 % Sleepy 0 0 % Angry 0 0 % Surprise 0 0 % Navigasi pos Lima Tokoh Parpol Paparkan Visi Pembangunan Umat di KUII VIII