0 0 Read Time:2 Minute, 52 Second Kementerian Dalam Negeri mendorong Integrasi ASRI PSEL sebagai pendekatan terpadu antara upaya hulu dan solusi hilir dalam pengelolaan sampah. Langkah ini ditempatkan sebagai bagian dari upaya menuju pengelolaan sampah nasional yang berbasis pada konsep kota cerdas dan berkelanjutan. Pernyataan itu disampaikan oleh Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan, Dr. Safrizal ZA, M.Si., dalam forum bertajuk “Waste to Energy Forum: Enhancing National Efforts through Regional Governance and Yield …”. Menurutnya, menyatukan gerakan berbasis perilaku dengan teknologi pemanfaatan sampah menjadi energi dapat memperkuat sistem pengelolaan secara menyeluruh. Integrasi ASRI PSEL: Menghubungkan hulu dan hilir Gerakan Indonesia ASRI, yang bermakna Aman, Sehat, Resik, Indah, berperan pada tahap hulu dengan menitikberatkan pada aspek pencegahan, pemilahan, dan kebiasaan masyarakat dalam pengelolaan sampah. Sementara itu, Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) mewakili solusi hilir yang memanfaatkan sisa sampah untuk menghasilkan energi. Mengintegrasikan kedua pendekatan ini—gerakan perilaku di hulu dan teknologi di hilir—menjadikan proses penanganan sampah lebih komprehensif. Integrasi tersebut tidak hanya berfokus pada pengurangan volume sampah, tetapi juga pada bagaimana sampah yang tersisa dapat dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan energi lokal. Peran PSEL dalam ekosistem pengelolaan sampah PSEL menawarkan alternatif pemanfaatan akhir sampah yang tidak dapat diolah secara konvensional melalui daur ulang. Dengan mengonversi fraksi tertentu menjadi energi listrik, teknologi ini berpotensi menjadi bagian dari rantai nilai pengelolaan sampah di perkotaan. Namun, penerapan PSEL akan lebih efektif jika berjalan beriringan dengan upaya pengurangan dan pemilahan di sumbernya oleh masyarakat. Dalam kerangka kota cerdas, pemanfaatan data, pemantauan, dan sistem tata kelola dapat mengoptimalkan operasi fasilitas PSEL serta memastikan alur sampah yang masuk sesuai standar teknis dan lingkungan. Integrasi teknologi dan tata kelola menjadi elemen penting agar manfaat PSEL dapat dirasakan secara luas. Baca juga: Sorotan Baru Seputar Transformasi Industri Hijau yang Menarik Perhatian Penguatan tata kelola daerah dan sinergi lintas sektor Forum yang menjadi panggung penyampaian gagasan ini juga menekankan peran pemerintah daerah dan tata kelola wilayah. Penekanan pada regional governance mengindikasikan bahwa upaya nasional perlu didukung oleh kebijakan dan pelaksanaan di tingkat lokal agar integrasi ASRI dan PSEL berjalan konsisten. Sinergi antar perangkat daerah, keterlibatan masyarakat, dan koordinasi dengan pemangku kepentingan lain menjadi unsur yang krusial. Tata kelola yang baik memungkinkan perencanaan lokasi fasilitas PSEL, pengaturan alur sampah, serta kebijakan dukungan yang selaras dengan tujuan kota cerdas. Langkah praktik yang dapat memperkuat integrasi Penggabungan gerakan masyarakat dan teknologi memerlukan langkah-langkah praktis mulai dari penguatan kampanye perilaku hingga perencanaan teknis fasilitas pemrosesan. Kesiapan infrastruktur, mekanisme pengumpulan dan pemilahan yang efektif, serta penyusunan regulasi yang mendukung harus menjadi perhatian bersama. Selain itu, upaya peningkatan kapasitas aparat daerah dan pengelola fasilitas PSEL penting untuk menjamin operasi yang aman dan efisien. Penetapan standar teknis dan lingkungan perlu diikuti oleh pemantauan dan evaluasi yang berkelanjutan agar integrasi ini berjalan sesuai tujuan awal. Potensi kontribusi terhadap kota cerdas dan berkelanjutan Ketika ASRI dan PSEL dijalankan secara terpadu, potensi manfaatnya meliputi pengurangan beban tempat pembuangan akhir, pemanfaatan sumber daya melalui energi, dan peningkatan kualitas lingkungan perkotaan. Langkah ini juga sejalan dengan upaya membangun kota yang lebih tangguh, dengan pendekatan yang menggabungkan perilaku masyarakat dan teknologi inovatif. Pernyataan dari pejabat Kemendagri itu menunjukkan adanya perhatian pada pentingnya pendekatan hulu-hilir dalam pengelolaan sampah. Meski tantangan implementasi tetap ada, penggabungan Gerakan ASRI dengan teknologi PSEL dipandang sebagai salah satu jalan untuk memperkuat sistem pengelolaan sampah di kota-kota Indonesia menuju model yang lebih cerdas dan berkelanjutan. Baca juga berita lainnya: Sorotan Baru Seputar Kolaborasi Ketahanan Air yang Menarik Perhatian Sorotan Baru Seputar Min 4 Aceh Tamiang yang Menarik Perhatian Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn About Post Author bagas.prasetyo Editor Infrastruktur Bagas Prasetyo berfokus pada pembangunan infrastruktur nasional, proyek strategis, transportasi, kawasan industri, konstruksi, serta berbagai kebijakan yang mendukung pembangunan berkelanjutan. Email [email protected] [email protected] https://www.energysolvers.net/ Happy 0 0 % Sad 0 0 % Excited 0 0 % Sleepy 0 0 % Angry 0 0 % Surprise 0 0 % Navigasi pos Sorotan Baru Seputar Transformasi Industri Hijau yang Menarik Perhatian