0 0 Read Time:2 Minute, 18 Second PT Bank Mandiri Taspen (Bank Mantap) makin intensif mengeksplorasi potensi silver economy sebagai respons terhadap pergeseran struktur demografi Indonesia. Bank melihat potensi silver economy sebagai peluang strategis, mengingat kelompok lansia tidak lagi dipandang semata sebagai penerima manfaat tetapi juga sebagai pelaku ekonomi yang dapat mendorong pertumbuhan. Potensi silver economy menjadi titik fokus karena perubahan demografi yang menandai peralihan menuju masyarakat yang menua. Dalam konteks ini, Bank Mantap menilai perlu ada penyesuaian layanan dan pendekatan untuk menjawab kebutuhan segmen usia lanjut yang kian signifikan. Potensi Silver Economy dalam Sorotan Publik Perubahan struktur usia penduduk membuka ruang bagi model ekonomi baru yang menempatkan lansia sebagai konsumen aktif dan pelaku ekonomi. Bank Mantap menyoroti bahwa kelompok lansia memiliki daya beli, pengalaman, dan preferensi layanan yang berbeda, sehingga memerlukan pendekatan produk dan layanan keuangan yang relevan. Pendekatan ini dianggap penting agar segmen lansia dapat berkontribusi lebih besar terhadap aktivitas ekonomi nasional. Pandangan pimpinan Bank Mantap Direktur Utama Bank Mantap, Panji Irawan, menekankan pentingnya menyikapi perubahan demografi dengan strategi yang terukur. Menurutnya, bonus demografi yang selama ini mendukung pertumbuhan ekonomi menghadirkan tantangan baru saat struktur usia bergeser, sehingga perlu adaptasi kebijakan dan layanan keuangan untuk menghadapi fase tersebut. Baca juga: PPATK KPK Perkuat Penelusuran Aliran Dana dalam Kasus Bea Cukai Transformasi peran lansia dalam ekonomi Bank Mantap menyatakan bahwa lansia berpotensi menjadi penggerak ekonomi baru jika ada dukungan layanan yang tepat. Transformasi peran ini mencakup pergeseran pandangan dari kategori rentan menjadi segmen konsumen sekaligus penyumbang nilai tambah ekonomi. Pengakuan terhadap potensi tersebut mendorong pembicaraan tentang bagaimana sektor keuangan dapat menyesuaikan diri—baik dari segi produk, akses, maupun komunikasi—agar selaras dengan kebutuhan nyata lansia. Implikasi bagi penyusunan layanan keuangan Pergeseran fokus menuju pemanfaatan potensi silver economy menuntut lembaga keuangan untuk mempertimbangkan berbagai aspek layanan, termasuk kemudahan akses, desain produk yang ramah usia, dan edukasi keuangan yang sesuai. Bank Mantap menaruh perhatian pada pentingnya memahami preferensi dan keterbatasan segmen lansia sebagai dasar pengembangan solusi yang lebih inklusif. Penting juga bagi pemangku kepentingan untuk melihat lansia sebagai bagian dari ekosistem ekonomi yang dinamis. Dengan pendekatan yang tepat, segmen ini dapat memperkuat permintaan domestik serta menjadi sumber daya manusia dan modal yang produktif. Bank Mantap terus menggali bentuk-bentuk layanan yang relevan sebagai respons terhadap fenomena demografi tersebut. Upaya ini dipandang sebagai bagian dari strategi jangka panjang untuk menjaga kesinambungan pertumbuhan sekaligus memberikan layanan yang lebih sesuai bagi nasabah lansia. Meski tantangan penuaan penduduk memerlukan penanganan lintas sektor, pergeseran perspektif terhadap lansia dari penerima bantuan menjadi pelaku ekonomi merupakan langkah awal yang krusial. Bank Mantap menempatkan isu ini di agenda strategisnya untuk membantu mempersiapkan solusi keuangan yang adaptif terhadap realitas demografi yang berubah. Baca juga berita lainnya: Sorotan Baru Seputar Laporan Keuangan Bumn yang Menarik Perhatian Ethereum Institutional Resmi Dibentuk sebagai Organisasi Nirlaba untuk Memperluas Keuangan On-Chain Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn About Post Author gilang.mahendra Redaktur Bisnis Gilang Mahendra memiliki pengalaman dalam meliput perkembangan dunia usaha, industri, investasi, perusahaan, serta dinamika bisnis nasional maupun global. Fokus liputannya mencakup strategi korporasi, startup, UMKM, hingga tren ekonomi digital. Email [email protected] [email protected] https://www.energysolvers.net/ Happy 0 0 % Sad 0 0 % Excited 0 0 % Sleepy 0 0 % Angry 0 0 % Surprise 0 0 % Navigasi pos PPATK KPK Perkuat Penelusuran Aliran Dana dalam Kasus Bea Cukai