0 0 Read Time:1 Minute, 50 Second Komdigi melaporkan kemajuan signifikan dalam pemulihan infrastruktur telekomunikasi di Nusa Tenggara Timur. Menurut data pemantauan yang dirilis kementerian, 86% BTS NTT telah kembali beroperasi sehingga layanan komunikasi mulai berangsur-normal di wilayah terdampak. Menkomdigi Meutya Hafid menyatakan pemerintah terus mempercepat pemulihan layanan telekomunikasi. Pemantauan yang dilakukan Komdigi sampai Minggu (16/8/2026) pukul 18.00 WIB menunjukkan sebanyak 794 site atau Base Transceiver Station terdampak gempa, tersebar di 11 kabupaten/kota. BTS NTT: Perkembangan pemulihan menurut Komdigi Data yang dipublikasikan Komdigi menjadi acuan untuk mengetahui skala dampak gangguan jaringan setelah gempa. Dari total site yang terdampak, tingkat pemulihan mencapai 86 persen pada catatan waktu pemantauan terakhir. Angka ini menunjukkan proses perbaikan berjalan secara bertahap meski masih terdapat site yang belum pulih sepenuhnya. Reaksi pejabat terkait pemulihan layanan Menkomdigi Meutya Hafid menegaskan bahwa upaya mempercepat pemulihan layanan menjadi prioritas pemerintah. Pernyataan itu menegaskan keterlibatan institusi negara dalam pemulihan infrastruktur telekomunikasi yang terdampak, berdasarkan hasil pemantauan yang dilakukan sampai malam Minggu kemarin. Baca juga: BNPB Siapkan Rumah Sakit Lapangan untuk Jaga Layanan Usai RSUD Manggarai Rusak Skala dampak dan cakupan wilayah Komdigi mencatat 794 site/BTS terdampak yang tersebar di 11 kabupaten/kota di NTT. Angka tersebut menggambarkan cakupan gangguan yang cukup luas, sehingga upaya pemulihan melibatkan pemantauan dan langkah-langkah teknis untuk memperbaiki layanan di berbagai titik terdampak. Implikasi layanan bagi masyarakat Dengan pulihnya sebagian besar BTS, akses komunikasi di sejumlah wilayah mulai membaik. Kondisi ini penting untuk mendukung koordinasi bantuan, komunikasi darurat, serta kebutuhan sehari-hari warga di daerah terdampak. Namun, masih diperlukan pemantauan lanjutan untuk memastikan seluruh site dapat kembali berfungsi secara penuh. Meski persentase pemulihan sudah mencapai mayoritas, Komdigi terus mengikuti perkembangan di lapangan hingga situasi benar-benar stabil. Laporan berkala yang mencantumkan jumlah site terdampak dan tingkat pemulihan menjadi acuan untuk langkah selanjutnya. Informasi resmi terkait data pemulihan dan perkembangan jaringan akan terus dipublikasikan oleh pihak berwenang sesuai hasil pemantauan terkini. Hingga catatan terakhir pada Minggu (16/8/2026) pukul 18.00 WIB, angka yang dilaporkan menunjukkan 86% BTS NTT telah pulih meski masih ada site yang memerlukan penanganan lebih lanjut. Baca juga berita lainnya: Sorotan Baru Seputar Sinergi Octahelix yang Menarik Perhatian Pemprov DKI Bidik Pajak Mobil Listrik dengan Potensi Rp3 Triliun per Tahun Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn About Post Author rizal.fadillah Redaktur Nasional Rizal Fadillah bertanggung jawab atas liputan nasional yang mencakup pemerintahan, pembangunan daerah, kebijakan publik, ekonomi, pendidikan, serta berbagai isu strategis yang menjadi perhatian masyarakat Indonesia. Email [email protected] [email protected] https://www.energysolvers.net/ Happy 0 0 % Sad 0 0 % Excited 0 0 % Sleepy 0 0 % Angry 0 0 % Surprise 0 0 % Navigasi pos BNPB Siapkan Rumah Sakit Lapangan untuk Jaga Layanan Usai RSUD Manggarai Rusak