tabayyun di era digital - ilustrasi berita Tabayyun di Era Digital: MUI DKI Luncurkan Situs Resmi dan Dorong Budaya…MUI DKI meluncurkan situs resmi dan menggaungkan tabayyun di era digital untuk memperkuat literasi serta menghadang misinformasi dan hoaks yang makin canggih.
0 0
Read Time:2 Minute, 34 Second

Majelis Ulama Indonesia Provinsi DKI Jakarta resmi meluncurkan situs web baru sebagai pusat informasi organisasi sekaligus menggaungkan pentingnya Tabayyun di Era Digital untuk memperkuat budaya verifikasi di kalangan umat. Peluncuran ini berlangsung berbarengan dengan workshop bertema ‘Mengenali Hoaks: Fact Checking’ yang digelar pada Kamis, 6 Agustus 2026, di D’Arcici Hotel Sunter, Jakarta Utara.

tabayyun di era digital - ilustrasi berita Tabayyun di Era Digital: MUI DKI Luncurkan Situs Resmi dan Dorong Budaya…

Peluncuran Situs Resmi dan Tujuan Portal

Situs web anyar MUI DKI dirancang sebagai rujukan informasi resmi organisasi, layanan publik, dan kanal Tanya Ulama Jakarta. Portal ini ditujukan untuk menyediakan akses informasi yang cepat, transparan, dan dapat dipercaya, sehingga publik memiliki acuan resmi ketika menerima kabar yang beredar di ruang digital. Pengelola berharap situs tersebut mampu meminimalkan penyebaran informasi keliru yang sering beredar melalui grup percakapan dan media sosial.

Prinsip Tabayyun di Era Digital

KH Auzai memaparkan empat prinsip tabayyun yang perlu menjadi kebiasaan masyarakat saat berhadapan dengan arus informasi digital: memeriksa sumber informasi, menilai kredibilitas penyampai berita, tidak terburu-buru menyebarkan, serta melakukan klarifikasi sebelum menarik kesimpulan. Menurutnya, menerapkan langkah-langkah tersebut dapat menjadi benteng utama untuk menangkal hoaks dan disinformasi, terutama di tengah maraknya konten yang dihasilkan secara digital.

Peran Tradisi Verifikasi dalam Islam

Dalam pemaparannya, KH Auzai menegaskan bahwa etika verifikasi bukan hal baru dalam tradisi Islam. Ia menyoroti perkembangan disiplin ilmu hadis yang mengajarkan metode ketat untuk menilai kebenaran sebuah laporan, mulai dari kredibilitas perawi hingga mata rantai periwayatan dan isi hadis. Sebagai ilustrasi, ia menyebut kisah sahabat Nabi, Jabir bin Abdullah, yang rela melakukan perjalanan jauh menuju Syam demi memastikan kebenaran satu hadis—sebuah contoh yang menunjukkan bahwa mendapatkan informasi yang dapat dipercaya memerlukan kesungguhan dan pengorbanan.

Tantangan Kecerdasan Buatan bagi Literasi

KH Auzai juga menyoroti kecanggihan kecerdasan buatan (AI) yang semakin menyulitkan publik membedakan konten asli dari hasil rekayasa. Ia memperingatkan bahwa gelombang perkembangan AI tidak bisa dihindari dan kemungkinan besar akan semakin masif dalam beberapa tahun mendatang. Oleh karena itu, penguatan literasi digital, termasuk pemahaman tentang kemampuan dan keterbatasan teknologi AI, penting diterapkan tidak hanya di kalangan masyarakat umum tetapi juga para ulama dan tokoh masyarakat.

Upaya Praktis dan Aksi Bersama

Workshop tersebut menghadirkan sejumlah narasumber yang berbagi strategi praktis untuk memeriksa informasi. Di antara pembicara hadir J Heru Margianto (Managing Editor Kompas.com/anggota AJI) dan Ketua Komisi Infokom MUI DKI Raihan Febriansyah. Turut hadir pula Wakil Ketua Umum MUI DKI KH Yusuf Aman serta Ketua Bidang Infokom MUI DKI Jakarta Faiz Rafdhi. Mereka membahas teknik verifikasi, penilaian kredibilitas sumber, serta pentingnya kerjasama lintas pihak untuk meningkatkan literasi digital.

Dalam penutup kegiatan, penyelenggara mengajak seluruh peserta dan masyarakat luas untuk menerapkan prinsip “saring sebelum sharing” agar ruang digital tetap kondusif dan tidak dipenuhi informasi palsu yang berpotensi memecah persatuan. Peluncuran situs resmi diharapkan menjadi salah satu alat untuk memperkuat syiar Islam yang cepat, transparan, dan tepercaya, sekaligus menjadi titik rujukan saat masyarakat meragukan kebenaran sebuah informasi.

About Post Author

reynaldi.putra

Editor Teknologi Reynaldi Putra meliput perkembangan teknologi digital, kecerdasan buatan (AI), keamanan siber, cloud computing, startup, gadget, hingga inovasi yang mendorong transformasi digital di berbagai sektor. Email [email protected]
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By reynaldi.putra

Editor Teknologi Reynaldi Putra meliput perkembangan teknologi digital, kecerdasan buatan (AI), keamanan siber, cloud computing, startup, gadget, hingga inovasi yang mendorong transformasi digital di berbagai sektor. Email [email protected]